Om Swastyastu

Jauh Lebih baik mengetahui makna yadnya yang kita persembahkan

Sabtu, 23 Juni 2012

Sloka 272-279 Sarasamuscaya (KESENANGAN)


KESENANGAN
  • 272. Ada orang yang senang saat ini, saat yang lain tidak senang; ada yang saat lain senang, saat ini tidak senang; ada senang saat ini dan saat yang lain pun senang; ada juga yang tidak senang saat ini pun tidak senang pada saat yang lainnya.
  • 273. Yang disebut dengan senang saat ini, hidup kaya raya dengan hartanya yang berlimpah ruah, namun haya dinikmati untuk dirinya sendiri dan tidak pernah berkorban untuk kepentingan bajik dan benar. Orang seperti ini disebut dengan senang saat ini saja.
  • 274. Sedangkan orang yang kontemplatif, berpantang berbuat jahat, tekun dalam ilmu pengetahuan, menguasai hawa nafsu, kasih terhadap semua makhluk. Orang seperti ini akan memperoleh kesenangan disaat yang lain.
  • 275. Berikut adalah orang yang dinyatakan akan memperoleh kesenangan sekarang dan dikemudian hari: selalu berusaha giat melakukan kebajikan dan kebenaran, dengan kebenaran pula harta kekayaan dicarinya, lalu kenikmatan dinikmatinya dengan cara yang benar, tekun bersembahyang kehadapan Tuhan dan leluhur, bakti kepada orang tua serta orang suci.
  • 276. Mereka yang tidak mempelajari ilmu pengetahuan, tidak berpantang/puasa, tidak melakukan sedekah, tidak sembahyang, tidak bersyukur, selalu berbuat jahat; mereka yang hidup seperti ini tidak akan memperoleh kesenangan saat ini pun saat yang lainnya.
  • 277. Mereka yang tidak dirasuki oleh amarah dan kebencian, mereka yang mencintai kebenaran, tetap teguh dalam pengendalian indrawi, mengasihi segala makhluk seperti mengasihi diri sendiri; orang yang melakukan hal tersebut akan memperoleh pahala yang sama dengan orang yang tekun mengunjungi dan bersembahyang ke tempat-tempat suci.
  • 278. Berikut adalah orang yang akan memperoleh azab yang sama seperti keadaan orang yang tidak bersembahyang dan mengunjungi tempat-tempat suci: tidak penah berpuasa, tidak menyucikan rohani dan jasmani, tidak bersedekah, dan sering berbuat jahat.
  • 279. Keutamaan berkeliling untuk berkunjung dan sembahyang ketempat-tempat suci keyataannya lebih utama dari kurban, sebab ia bisa dilakukan oleh mereka yang miskin sekalipun; sedangkan kurban hanya bisa dilakukan oleh mereka yang berharta.

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites