Om Swastyastu

Jauh Lebih baik mengetahui makna yadnya yang kita persembahkan

Jumat, 29 Juni 2012

Sloka 405-423 Sarasamuscaya (PENYEIMBANGAN INDRA)


PENYEIMBANGAN INDRA
  • 405. Seperti keberadaan seorang pandai emas yang sedang melebur emas, jika kurang cakap dan giat proses peleburan berlangsung lama; sebaliknya jika cakap dan giat, emas itu dapat dengan cepat dilebur.
  • 406. Demikianlah keberadaan sang jiwa dalam usaha pembersihannya agar menjadi suci dan bebas dari ego angkara, jika cerdas dan berusaha dengan giat niscaya jiwa dengan cepat dapat disucikan; sebaliknya jika bodoh dan malas, meskipun dalam beratus-ratus inkarnasi jiwa belum juga bisa disucikan.
  • 407. Bagaikan orang yang secara rutin membersihkan badannya, ia tidak memerlukan waktu lama untuk mandi; tidak demikian halnya dengan orang yang jarang mandi, diperlukan waktu lama dan usaha yang keras agar dapat terbebas dari kotoran. Demikianlah kemarahan, kerakusan, dan segala bentuk pencemaran indra-indra harus dibersihkan dengan giat dari badan.
  • 408. Cara menghilangkan kemarahan janganlah ambil hati hinaan. Cara menghilangkan birahi sesat jangan sampai dirasuki asmara buta. Cara menghilangkan kebodohan tinggalkanlah kebingungan. Cara menghilangkan keserakahan/kerakusan, sadarlah terhadap kemampuan diri dan puaskan hati. cara menghilangkan ikatan duniawi, sadarlah akan hakekat segala sesuatu yang tidak pernah abadi.
  • 409. Adapun harapan/khayalan akan tercapainya sesuatu dileyapkan oleh kesadaran akan kuasa takdir. Kelekatan pada kemewahan dan kesenangan dileyapkan oleh ketidakterlekatan diri padanya. belenggu cinta dan kasih sayang dapat dikendorkan oleh keyakinan akan ketidakkekalan hidup. Kesusahan dan kedukaan hati dilenyapkan oleh pengendalian indra-indra dalam yoga.
  • 410. Kesombongan diberantas oleh kasih sayang, nafsu dilenyapkan oleh perasaan puas dan gembira; kemalasan dihilangkan oleh usaha, kebimbangan pun keragu-raguan dihilangkan oleh kemantapan dan keyakinan pada kesejatian.
  • 411. Jika keangkuhan dan keakuan dapat dimusnahkan, cinta kasih masyarakat akan datang; jika nafsu birahi dapat dikendalikan dengan baik, kenikmatan sejati akan diperoleh; jika kemarahan dapat dihilangkan, lenyaplah musuh-musuh dan perasaan curiga; jika mampu lepas dari nafsu indrawi, tidak akan ada lagi kesedihan.
  • 412. Masing-masing Indra selalu menuntut kepuasannya, orang yang bijaksana akan mengendalikan indra-indranya dengan baik, sebab jika indra tanpa kendali, ia akan menjauhkan orang dari perbuatan-perbuatan bajik dan benar.
  • 413. Untuk menangkis datangnya nafsu birahi sesat, hendaknya orang jangan merindukan hubungan terlarang, jangan memikirkannya, jangan menyentuhnya, jangan melihat apapun yang menyebabkan munculnya nafsu sesat itu. Jika birahi dapat di kendalikan, pastilah akan jauh dari kejahatan.
  • 414. Sebab munculnya birahi sesat bersumber dari kegairahan pada sesuatu yang tidak pantas, jika hasrat hati itu tidak dapat dikekang dan bertambah kuat pastilah orang akan tenggelam dalam kesesatan. Maka dari itu orang yang bijaksana tidak akan membiarkan dirinya diperbudak oleh nafsu birahi.
  • 415. Orang bijaksana paham betul baik-buruk segala sesuatu, ia memiliki pemahaman sempurna akan hakekat apapun; ia yang tercerahi dapat melihat dunia yang tadinya kejam menjadi ramah, yang tadinya buruk menjadi indah, yang tadinya kurang kini berlimpah.
  • 416. Segala yang ada dan tersedia disemesta ini adalah milik bersama sekalian makhluk, hanya orang-orang serakahlah yang beranggapan bahwa ia adalah pemiliknya, lalu mereka terjebak dan diperbudak oleh kebencian dan kelobaan hati; sedangkan bagi orang bijaksana hanya kepuasan hati itulah yang dijadikannya harta pribadi.
  • 417. Bagi orang bijaksana kelekatan pada objek-objek indra itulah yang justru di tinggalkannya.
  • 418. Orang-orang sengsara dan merana kerena ditinggal kekasihnya, sedangkan bagi mereka yang bijaksana tidak akan ada kesedihan yang melemahkan hati, sebab paham betul akan hukum ketidak kekalan.
  • 419. Usahakanlah segala sesuatu untuk tujuan kebajikan, hendaknya dipertimbangkan betul kemalasan diri, sebab inilah sumber dari kebodohan.
  • 420. Maka bagi mereka yang hendak memperoleh kebahagiaan sejati, istirahatlah pada jam istirahat, bekerjalah pada jam kerja, jangan melamun, jangan diperbudak birahi, jangan mabok, jangan malas, jangan berbuat jahat, dan kendalikanlah nafsu-nafsu indrawi.
  • 421. Pengendalian pikiran harus terus di usahakan, jangan biarkan hawanafsu bebas bergerak semaunya, sebab kejahatan pasti muncul dari liarnya nafsu yang akhirnya akan menenggelamkan orang pada duka nestapa.
  • 422. Orang yang diperbudak nafsu dan mereka yang selalu memenuhi kenikmatan indrawinya sungguh tidak akan pernah merasa puas walau segala upaya telah dilakukan untuk memanjakan nafsu indrawinya itu, bagaikan usaha ayam hutan yang hendak berteduh pada bayangan burung elang, kapankah ia akan terhindar dari panas terik.
  • 423. Birahi sesat itu jika dituruti tidak akan pernah terpuaskan, meskipun orang telah memberikan apa yang diidam-idamkannya; makin dituruti makin hebat keadaannya. Bagaikan api yang menyala karena minyak, semakin banyak dituangi semakin bertambah besar saja nyalanya.

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites