Om Swastyastu

Jauh Lebih baik mengetahui makna yadnya yang kita persembahkan

Kami menerima pesanan upakara (banten) Panca Yadnya

Upakara sebagai wujud bhakti dan kasih sayang

Kami menerima pesanan upakara (banten) Panca Yadnya

Tidak harus mahal, yang terpenting maknanya sesuai dengan sastra agama.

Kami menerima pesanan upakara (banten) Panca Yadnya

Banten sesuatu yang sakral sehingga dalam pembuatannya perlu kesucian dan kebersihan.

Kami menerima pesanan upakara (banten) Panca Yadnya

Akan lebih indah jika bisa mempersembahkan upakara sesuai dengan kemampuan tanpa memaksakan diri

Kami menerima pesanan upakara (banten) Panca Yadnya

Mari meyadnya atas dasar lascarya

Rabu, 16 Mei 2012

Caru Mematikan / Menutup Semer (Sumur)

Mematikan Semer (Sumur)

Matur Uning sebelum sumur ditutup
Masyarakat Hindu Bali meyakini, sumur merupakan linggih Ida Bhatara Wisnu. Ketika sumur sudah dibuat, pantang untuk ditutup (diurug). Berbagai kejadian tidak enak menimpa masyarakat yang nekat menutup sumur karena berbagai alasan, seperti tidak difungsikannya lagi sumur tersebut mengingat sudah ada PAM, alasan lainnya karena sumur tersebut mengganggu pembuatan bangunan pada lokasi sumur tersebut. Ada juga yang tidak berani menutup sumur tapi tetap memaksakan membangun di areal yang menyebabkan sumur berada di dalam ruangan rumah. Semua alasan tersebut akhirnya menyebabkan pemilik rumah mengalami kesakitan, kesusahan, ditimpa permasalahan yang tiada putus. Setelah ditanyakan pada orang pintar (paranormal-red) barulah diketahui penyebabnya adalah sumur yang nrubeda, Linggih Bhatara Wisnu diperlakukan dengan tidak sewajarnya. 
Ternyata, kesakitan itu tidak akan menimpa asalkan penutupan sumur (ngematiang semer) dilakukan sesuai prosedur yang benar. Sumur dibuat melalui upacara dan upakara, jika hendak ditutup tentu harus melalui upacara dan upakara pula. Banten ngematiang sumur dipuput oleh seorang walaka/pemangku yang benar-benar memahami hal tersebut, serta menggunakan mantra khusus.
Memasukkan batu masurat pamor
Bantennya sebagai berikut :

  1. Nanceb sanggah surya, munggah Pras daksina. Runtutannya bisa diletakkan di depan walaka/pemangku muput. Tumpeng selem 2 bungkul meulam ayam selem (1) mepanggang. Sode selem meulam kakul metunu, canang genep sami masekar sarwa selem. Malih maruntutan penyeneng, elis, pengulapan, pengruak, pangresikan, prayascita, biokaonan, penastan, cecepan, tetabuh arak berem, nasi kojong 2, kwangen, segehan nasi cacah selem 4 tanding meulam bawang jahe.
       2. Sarana ngurug semer : batu selem tiga bungkul metulis pamor. (tulisan tertentu)
      3. Diletakkan pada semer yang akan ditutup. Ritatkala ngurug patut tuntun dumun Ida Bhatara Wisnu manut banten penuntun kadi inucap ring sor puniki : serana payuk pere anyar medaging sasat anggen neku 11 teku. Raris maduluran banten pateh sekadi ring arep, kewanten nenten medaging nasi kojong dan kewangen. 

S    Semoga memperoleh kerahayuan.

Sasayut

Sasayut

Alasnya dari ituk-ituk memakai kulit sasayut, di atasnya berisi nasi, rarasmen, raka-raka dan sebuah sampyan nagasari berisi porosan, bunga dan rampe.

Tulung

Tulung

Alasnya memakai sebuah ituk-ituk, di dalamnya berisi 3 (tiga) buah tulung masing-masing berisi nasi, rarasmen, raka-raka dan sebuah sampyan plaus maakit, berisi porosan, bunga dan rampe.

Peras

Peras

Alasnya memakai taledan atau ituk-ituk di atasnya ditempeli jejahitan kulit peras, kemudian diisi tatukon yaitu base tampelan, beras, benang dan uang kepeng, 2 buah tumpeng, raka-raka, rarasmen dan sebuah sampyan matangga (sampyan peras) berisi porosan, bunga dan rampe.

Banten Danan

Alasnya memakai ceper, di dalamnya berisi dua (2) buah tumpeng, raka-raka (jajan dan buah-buahan), rarasmen, sebuah sampyan tumpeng berisi porosan, bunga dan rampe.

Sorohan

Sorohan 

Sorohan Banten
Sorohan kerap digunakan dalam setiap upacara Panca Yadnya, termasuk melengkapi prasita, biyakaonan, pengulapan dan banten lainnya. Sorohan ada dua (2) jenis, yaitu :

  1. Sorohan Banten, terdiri dari banten Danan, Peras, Tulung dan Sasayut. Keempatnya diikat menjadi satu. 
  2. Sorohan Alit terdiri dari banten Peras, Tulung dan Sasayut. Ketiganya diikat menjadi satu. Bedanya dengan Sorohan Banten adalah tidak menggunakan banten Danan.
Penjelasan banten :

Canang Pabersihan

Canang Pabersihan
Canang Pabersihan/Pasucian

Alasnya memakai ceper atau taledan maplekir, di atasnya berisi tujuh (7) buah tangkih atau celemik, masing-masing diisi :

  1. Ambuh yaitu bahan keramas berupa daun pucuk diiris atau kelapa diparut.
  2. Sigsig yaitu jajan begina dibakar hingga gosong.
  3. Tepung beras putih atau kuning.
  4. Asem diambilkan dari seiris buah-buahan masam.
  5. Tepung tawar (dibuat dari tepung dicampur kunir, daun dadap ditumbuk).
  6. Minyak rambut atau minyak wangi.
  7. Wija/Bija dibuat darin beras dicuci dengan air cendana.
Di atasnya dilengkapi dengan sebuah canang Payasan, sejenis canang Genten yang uras sarinya dibuat lebih khusus. 

Selasa, 15 Mei 2012

Kwangen


Pada prinsipnya kwangen merupakan simbolis Ongkara, oleh karena itu sering dipakai sebagai alat memuja Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa, dalam wujud Ardanareswari, yang sangat disakralkan oleh umat Hindu Dharma. Kwangen sebagai perlengkapan sembahyang, dapat dipergunakan pada upakara-upakara Panca Yadnya, dalam menjalankan Srada Bhakti pada Dewa, Resi, Manusia, Pitara, maupun Bhuta baik sebagai sarana muspa maupun sebagai Lingga/Stana.

Bahan-bahan yang dipergunakan adalah daun pisang, Janur/busung, Uang Kepeng, Porosan, Pelawa, Bunga warna-warni.

Cara membuatnya :
Rincian cara membuat :
  • Tatwasan jejahitan sebagai kerangka dasar (daun pisang)
  • Buatlah kojong dari daun pisang dan dijahit dengan semat 
  • Kojong tersebut dipotong agak miring
  • Daun Sirih yang sudah diisi  kapur dan buah (jambe) dibagian tengahnya
  • Kemudian daun sirih tersebut digulung seperti gulungan rokok dan diikat dengan benang banten
  • Daun/Plawa sebagai dasar dimasukkan kedalam kojong, demikian pula porosannya. 
  • Buatlah cili dari janur kemudian masukkan dalam kojong setelah porosan
  • Lanjutkan dengan hiasan bunga aneka warna
  • Jepitkan 2 buah uang kepeng pada bagian akhir (bagian depan)
  • Terwujudlah menjadi kwangen

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites