Om Swastyastu

Jauh Lebih baik mengetahui makna yadnya yang kita persembahkan

Kamis, 05 Juli 2012

Kayu Majegau Simbol Sada Siwa


Majegau

"Asep menyan majegau" demikian sepenggal Kidung yang sering dikumandangkan sebelum melakukan persembahyangan, Majegau sama halnya seperti cendana juga memancarkan bau yang harum yang sering digunakan untuk “ngundang" para Dewata dan widyadara-widyadari untuk turun dari kayangan untuk menyaksikan sebuah upacara yajna.
Secara teologis kayu majegau sebagai simbol Sada Siwa. Kayu ini dapat menimbulkan bau yang sangat harum sama halnya seperti kayu cendana. Sangat baik digunakan sebagai sarana untuk api pasepan atau dupa. Demikian disebutkan dalan lontar Usana Bali lampiran 5b. Selain itu bagian lain dari tanaman yang dipergunakan adalah daun, bunga dan kayunya. Bunga dan daunnya sering digunakan untuk pembuatan canang, kerikan kulitnya sering digunakan sebagai pengganti kapur untuk membuat porosan. Kayunya dibakar sebagai bahan dupa atau pasepan saat upacara. Kayu majegau banyak digunakan sebagai bahan untuk membuat baiigunan suci. 

1 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites